Dalam game Uma Musume: Pretty Derby, kemenangan bukan hanya soal status karakter atau gacha keberuntungan. Aspek yang paling sering diabaikan para pemain tetapi menjadi kunci permainan adalah Positioning Strategy, yaitu bagaimana seorang karakter memosisikan diri selama perlombaan. Positioning bukan sekadar “gaya berlari”, tetapi sebuah fondasi taktis yang menentukan gaya pacing, pemilihan skill, stat prioritas, hingga cara kita membangun karakter agar mereka mencapai last spurt secara optimal.
Setiap karakter memiliki kecenderungan alami menuju salah satu dari empat tipe positioning utama:
- Front Runner
- Pace Chaser
- Late Surger
- End Closer
Front Runner
- Memimpin balapan sejak start.
- Bergantung pada Power besar dan kecepatan awal.
- Tidak terlalu terpengaruh “traffic” karena berada di depan.
- Mengurangi risiko terjebak di tengah kerumunan.
- Ideal untuk track panjang dan lurus.
- Dapat memaksa pelari lain menyesuaikan tempo.
- Boros stamina.
- Jika terganggu atau dikejar saat last spurt, sering tidak bisa mempertahankan kecepatan.
- Butuh stat Speed–Stamina yang sangat seimbang.
- Kadang suka terbalap oleh Uma Musume dibelakangnya saat Last Spurt
Pace Chaser
- Berlari di posisi 3–6 dari depan.
- Menjaga energi untuk serangan akhir.
- Mengikuti ritme tanpa terlalu memaksa kecepatan.
- Paling stabil dan fleksibel karena bisa mempertahankan Pace
- Tidak boros stamina seperti Front Runner.
- Minim risiko terjebak traffic seperti Late Runner.
- Butuh insting membaca posisi yang baik.
- Jika terlalu mundur, bisa terjebak di belakang.
- Skill burst di mid-late game sangat menentukan.
Late Surger
Tipe Late Surger adalah mereka yang nyaman berada di bagian tengah hingga agak belakang pemain lain. Strategi mereka sederhana: menjaga konsumsi stamina serendah mungkin dan memaksimalkan akselerasi besar di fase akhir.
Karakteristik:
- Berposisi di tengah atau sedikit belakang.
- Fokus pada endurance dan akselerasi akhir.
- Memanfaatkan kelemahan pelari depan yang kelelahan.
Keunggulan:
- Punya potensi ledakan kecepatan yang luar biasa.
- Tidak perlu memimpin, cukup menempel ritme.
- Kuat di lomba jarak menengah–panjang.
Risiko:
- Mudah terjebak blocking para pemain lain.
- Sprint line harus bersih; jika kena "Lock", hasil langsung hancur.
- Butuh skill acceleration yang banyak.
Late Runner adalah tipe pelari yang terlihat “diam” sepanjang lomba, tetapi mematikan di beberapa ratus meter terakhir.
End Closer
Tipe End Closer adalah strategi yang paling bergantung pada momen. Mereka sengaja berada di posisi paling belakang untuk menghemat stamina sebanyak mungkin, lalu mengeksekusi last spurt yang brutal pada bagian terakhir.
Karakteristik:
- Selalu berada di barisan paling belakang.
- Jarang memulai serangan di tengah lomba.
- Fokus pada akselerasi akhir yang eksplosive.
Keunggulan:
- Last spurt-nya paling kuat dibanding semua gaya.
- Menjadi ancaman besar di race yang ritmenya cepat (karena Front Runner depan cepat lelah).
- Efektif pada jarak panjang dengan banyak tikungan.
Risiko:
- Sangat rentan terblokir para Uma Musume lain.
- Terlalu jauh di belakang dapat membuatnya kehabisan waktu untuk menyusul.
- Butuh skill late-phase acceleration untuk aktif tepat waktu.
End Closer adalah taruhan besar: jika berhasil keluar dari rombongan, dia bisa menyapu semua lawan; jika terkunci sekali saja, peluang kemenangan langsung hilang.
- Front Runner menang melalui dominasi di posisi depan.
- Pace Keeper menang lewat Pace yang Stabil
- Late Runner menang melalui momentum.
- End Closer menang lewat Explosive saat Last Spurt




